Showing posts with label Esai. Show all posts
Showing posts with label Esai. Show all posts

Saturday, August 28, 2021

Aryadi Mellas, ”Nabi Sastra”-nya Annuqayah

Raedu Basha *
radarmadura.jawapos.com, 1/4/2019
 
Kalau Anda bertanya, siapakah salah seorang gembong sastra Indonesia di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, sehingga pesantren tersebut dikenal sebagai ”lumbung santri penyair”? Jawabannya adalah, tidak lepas dari seorang santri lelaki kelahiran Besuki, Jawa Timur, bernama Aryadi Mellas.
 
”Aryadi Mellas seumpama nabi bagi sastra dan kesenian di Pondok Pesantren Annuqayah sendiri,” jawab M. Faizi, seorang pengasuh muda Pondok Pesantren Annuqayah yang juga dikenal sebagai penyair, saat saya berkunjung ke rumahnya, 2 September 2015.

Tuesday, August 24, 2021

Menjadi “Indonesia” lewat Sastra Melayu Tionghoa

Wahyudi Akmaliah Muhammad
 
Dalam pelajaran bahasa Indonesia di bangku sekolah dahulu saya selalu diajarkan bahwa karya sastra yang termasuk dalam Balai Pustaka adalah genre sastra Indonesia modern, seperti Belenggu, Siti Nurbaya, dan Salah Asuhan. Di luar karya sastra yang tidak tercantum dalam Balai Pustaka bukan bagian sastra Indonesia modern. Dengan kata lain, buku-buku sastra yang lain tidak patut dipelajari, karena bukan bagian dari detak sejarah sastra di Indonesia. Doktrin inilah yang membeku hingga sekarang. Lalu, kategori apa yang digunakan Balai Pustaka untuk menentukan bahwa sebuah karya termasuk sastra Indonesia modern? Prosedur apa yang diterapkan untuk menelisik ke-modern-an itu?

Sunday, August 22, 2021

DONGENG DAN BAHASA AS LAKSANA

Umar Fauzi Ballah *
Kompas, 30 Mar 2014
 
“Dia menulis dengan cara mendongengkan, bisa juga dengan cara resensi,
atau cara esai. Semua teknik itu menjadi karnaval seperti pelangi.”
 
Ketika berhadapan dengan AS Laksana sesungguhnya kita sedang berhadapan dengan dua rupa, yakni esai dan fiksinya. Selain piawai berbahasa dengan esai, ia juga piawai berbahasa dengan cerpen.

Friday, August 20, 2021

Thursday, August 19, 2021

Puisi dan Kabar dari Lautan

Misbahus Surur *
lampungpost.com
 
LAUT adalah metafora sekaligus sebuah “dunia”. Sebagai sebuah dunia, laut menjadi loka, atau setidaknya pintu gerbang, bagi sang tualang melabuhkan diri ke negeri-negeri yang tak diketahui. Guna menambatkan harapan-harapan baru yang (tak) terkonsep sebelumnya. Tempat si pengembara melupakan kegamangan dan kejumudan-kejumudan di daerah asal.

Monday, August 16, 2021

DENNY JA BAGAI TUPAI TERGELINCIR

Remy Sylado
facebook.com/RemySylado23761
 
DENNY JA yang bersyahwat besar untuk dibilang dirinya ‘penyair’, tapi dengan puisi kelas kriya atau kerajinan-tangan – berhubung puisinya tidak puitis dan esainya tidak desertatif – berkata dengan congkak bahwa kesalahan saya adalah kesalahan logika, maka dia menuntut saya untuk merespon pernyatannya itu.

Thursday, August 12, 2021

Saat Sastra(wan) Jadi Komentator Lapangan

Misbahus Surur
lampungpost.com
 
Permainan sepak bola efektif dan permainan alur cantik, mana yang lebih menarik? Jamak pengamat bilang, yang pertama barangkali representasi permainan Inter Milan di bawah kendali Jose Mourinho. Sedang yang kedua, lebih ke model permainan klub-klub Spanyol, terutama Barcelona di bawah tangan dingin Josep Guardiola.

Wednesday, August 11, 2021

MENCARI SASTRA DAERAH BUGIS (MAKASSAR) DI TENGAH KONSTELASI SASTRA NASIONAL

Badaruddin Amir

Sastra Bugis memang belum banyak ditulis. Di tengah konstelasi sastra nasional sastra Bugis seolah-olah berhenti pada periode sastra klasik. Setelah itu tak ada generasi yang melanjutkan tradisi  bersastra dari para empu atau bujangga ‘anonim’ yang pernah menciptakan Pau-Pau Rikadong, atau menyusun kembali Sureq Meong Palo Karellae, atau syair-syair lagu (yang juga boleh disebut sastra) seperti Bulu Alau’na Tempe, Indo Logo, Ongkona Sidenreng dan sebagainya. Lagu-lagu Bugis klasik itu juga dikarang oleh para empu ‘anonim’.

Tuesday, August 10, 2021

Ruang Ruang Korupsi

Teater “Skolah Skandal”
 
S. Jai *
 
DRAMAWAN Akhudiat hingga usia 65 tahun masih membuktikan diri dengan karya teater terbarunya, Skolah Skanda. Kali ini bersama komunitas Sanggar Merah Putih. Drama berdurasi kurang lebih satu jam itu Kamis (3/11) malam tampil dalam ajang Festival Seni Surabaya di Taman Budaya Jawa Timur.

SENSIBILITAS BERTRIWIKRAMA TUHAN DALAM SAJAK IBERAMSYAH BARBARY

Hudan Nur *

SAYA percaya dengan Iyut Fitra bahwa semakin banyak menulis puisi maka akan terasa semakin sulit. Timbul ketakutan terjadinya pengulangan-pengulangan, entah itu diksi, gaya dan tema. Sehingga semakin tinggi usia penyair maka puisinya akan semakin sedikit, tidak sebanyak  di awal-awal kepenyairan yang masih cair dan mencari. Akibatnya produktifitas menjadi terhambat. Karenanya, boleh jadi Iberamsyah Barbary (IB) yang sebelumnya membukukan sajak-sajak situasinya yang privat ke dalam Serumpun Ayat-Ayat Tuhan juga mengalami keterbatasan produksi, di samping kesempatan untuk memuja kata-kata yang minus.

Monday, August 9, 2021

Inspirat Al-Nafis

Hasan Aspahani *
batampos.co.id
 
AKA baginda pun menyuruh Punggawa Bakak menebas Pulau Penyengat Indera Sakti itu cucikan kerana Punggawa itu dia duduk di Penyengat ada empat lima buah rumah. Maka apabila sudah cuci Pulau Penyengat itu ditebas. Maka baginda pun membuat istana dengan kota paritnya dengan masjid balairungnya. Adalah yang memerintahkan segala pekerjaan itu Encik Kaluk bin Encik Suluh peranakan Bugis. Maka tiada berapa antaranya selesailah pekerjaan itu. Maka apabila selesai Pulau Penyengat itu jadi negeri tempat kerajaan maka baginda pun memindahkan paduka adinda Engku Puteri yaitu Raja Hamidah isterinya, ke istana Pulau Penyengat dengan orang baiknya dan anak raja seratanya.

Sunday, August 8, 2021

La Runduma dalam Kentalnya Warna Lokal

Maman S. Mahayana
nfoanda.com/Republika
 
Dalam kentalnya warna lokal, cerpen La Runduma karya Wa Ode Wulan Ratna berhasil memenangkan juara pertama Sayembara Menulis Cerpen Creative Writing Institute (CWI) 2005. Cerpen yang mengangkat tradisi unik etnis Buton, khususnya tentang peristiwa upacara posuo ritual dalam tradisi pingitan adat keraton Buton itu sekaligus mewakili dominannya warna lokal pada hampir semua cerpen peserta sayembara tahunan ini, terutama yang terpilih sebagai cerpen terbaik. Cerpen Orang-orang Pos 327 karya Muhammad Nasir Age, yang menempati juara kedua, juga mengangkat persoalan lokalitas konflik Aceh sebagai tema sekaligus latar cerita. Begitu juga cerpen Abu Nipah karya Herman R yang meraih juara ketiga.

Wednesday, August 4, 2021

Partai

Agus R. Sarjono *
Majalah Tempo, 3 Okt 2011
 
Partai yang selalu besar jumlah anggotanya dalam semua cerita silat (cersil) Cina, khususnya peranakan Indonesia, adalah Partai Pengemis alias Kay Pang. Partai terbesar ini biasanya ditandai oleh pakaian mereka yang tambalan, dan “Ilmu Tongkat Penggebuk Anjing”, ilmu silat tertinggi khusus buat ketua partainya. Kwee Cheng, tokoh utama Pendekar Rajawali Sakti karya Chin Yung, adalah murid ketua Partai Pengemis.

Tuesday, August 3, 2021

FUNGSI APRESIASI SASTRA (6)

Djoko Saryono
 
Sebelumnya sudah dikemukakan bahwa apresiasi sastra bertujuan menyelenggarakan perjamuan dan percakapan imajinatif-literer agar terhidang atau tersuguh (i) pengalaman, (ii) pengetahuan, (iii) kesadaran, dan (iv) hiburan. Agar tujuan ini tercapai, apresiasi sastra mengemban fungsi tertentu. Di sini fungsi merupakan suatu jalan atau wahana tercapainya tujuan-tujuan apresiasi sastra. Diselaraskan dengan tujuan yang akan dicapai, fungsi apresiasi sastra juga dapat digolongkan menjadi empat macam, yaitu (i) fungsi eksperensial, (ii) fungsi informasional, (iii) fungsi penyadaran (konsientisasi), dan (iv) fungsi rekreatif. Keempat fungsi ini diulas berikut ini.

Problematika Pengajaran Sastra di Sekolah

Mahmud Jauhari Ali *
banjarmasinpost.co.id
 
Di tengah ramainya tuntutan guru untuk mendapatkan kesejahteraan yang layak bagi mereka, sudahkah mereka itu berkontemplasi.
 
Maksudnya adalah merenungi atas hal yang telah mereka perbuat dalam dunia pendidikan, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Sastra merupakan bagian intergral dalam dunia pendidikan tersebut yang diajarkan di tiap jenjang pendidikan di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan.

Sastra Berduka di Sekolah

Anjrah Lelono Broto
 
Ada sebuah kedukaan yang mendalam ketika “Teater Sansesus SMAN 2 Jombang”, harus kehilangan sanggarnya karena digusur oleh “Sang Pembuat Kebijakan” lembaga pendidikan. Meski harus jujur diakui, kedukaan ini bersifat pribadi dan berpijak pada ikatan sejarah masa lalu sebagai alumni, akan tetapi kenyataan “penggusuran” ini makin memperkuat wacana politik pemerintah yang cenderung iliterasi. Keberadaan sebuah kelompok kegiatan ektrakurikuler berbasis kesenian dan kebudayaan di sebuah lembaga pendidikan, secara mendasar, merupakan wahana pembelajaran dan pendalaman teks-teks kesenian dan kebudayaan, seperti sastra, tari, lukis, dan teater itu sendiri.

Menengok Rak Sastra di Sekolah

F. Daus AR
annida-online.com
 
Dua belas tahun adalah waktu yang di tempuh untuk menyelesaikan masa study dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Bagi mereka yang pernah melalui masa itu, tentunya telah akrab dengan pelajaran-pelajaran dasar semisal pengalaman pertama mengeja huruf di sekolah dasar, pelajaran membaca di sekolah menengah pertama, dan pelajaran mengarang di sekolah menengah atas. Kesemua itu termaktub kedalam mata pelajaran bahasa Indonesia.
A. Anzieb A. Muttaqin A. Qorib Hidayatullah A. Rifqi Hidayat A. Rodhi Murtadho A. Syauqi Sumbawi A.J. Susmana A.S. Laksana A'yat Khalili Abdul Hadi WM Abdul Hopid Abdul Kirno Tanda Abdul Wachid B.S. Acep Zamzam Noor Afrizal Malna Aguk Irawan MN Agus B. Harianto Agus Dermawan T. Agus Noor Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sri Danardana Agus Sunyoto Agus Wibowo Agusri Junaidi Ahda Imran Ahid Hidayat Ahmad Muchlish Amrin Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Sekhu Akhudiat Ali Audah Alim Bakhtiar Alunk Estohank Amien Kamil Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Amir Hamzah Ana Mustamin Andhika Mappasomba Andi Achdian Andrenaline Katarsis Anjrah Lelono Broto Anton Wahyudi Anwar Holid Aprinus Salam Arafat Nur Ardy Kresna Crenata Arie MP Tamba Arief Budiman Ariel Heryanto Arif Wibowo Arman A.Z. Arsyad Indradi Aryadi Mellas Aryo Bhawono Asap Studio Asarpin Asep Rahmat Hidayat Asep Sambodja Aulia A Muhammad Awalludin GD Mualif B Kunto Wibisono Badaruddin Amir Balada Bambang Kempling Bambang Soebendo Banjir Bandang Beni Setia Benny Arnas Benny Benke Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Binhad Nurrohmat Boy Mihaballo Budaya Budi Darma Budi P. Hatees Bustan Basir Maras Catatan Cerbung Cerpen Chairil Gibran Ramadhan D. Zawawi Imron D.N. Aidit Daisy Priyanti Dandy Bayu Bramasta Daniel Dhakidae Dareen Tatour Dea Anugrah Dedy Sufriadi Dedy Tri Riyadi Deni Ahmad Fajar Deni Jazuli Denny JA Denny Mizhar Desti Fatin Fauziyyah Dewi Sartika Dhanu Priyo Prabowo Dharmadi Diah Budiana Dian Hartati Didin Tulus Djoko Pitono Djoko Saryono Donny Anggoro Dwi Pranoto Echa Panrita Lopi Eddi Koben Edy A Effendi Edy Firmansyah Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Faizin Emha Ainun Nadjib Enda Menzies Erlina P. Lestari Erwin Dariyanto Esai Esti Ambirati Evi Idawati Evi Sefiani F. Daus AR F. Rahardi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fajar Alayubi Fakhrunnas MA Jabbar Fandy Hutari Farah Noersativa Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Faza Bina Al-Alim Felix K. Nesi Ferdian Ananda Majni Fian Firatmaja Gampang Prawoto Gema Erika Nugroho Goenawan Mohamad Gola Gong Gombloh Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Maryanto Gus Noy H.B. Jassin Hairus Salim Hamka Hamsad Rangkuti Hari Murti Haris Firdaus Harry Aveling Hasan Aspahani Hasif Amini HE. Benyamine Hendri Yetus Siswono Herman Syahara Hermien Y. Kleden Holy Adib Huda S Noor Hudan Hidayat Hudan Nur Humam S Chudori Husni Hamisi I G.G. Maha Adi Iberamsyah Barbary Ida Fitri Idealisa Masyrafina Idrus Ignas Kleden Ikarisma Kusmalina Ike Ayuwandari Ilham Ilham Khoiri Imam Cahyono Imam Muhayat Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Tohari Indria Pamuhapsari Indrian Koto Irfan Sholeh Fauzi Isbedy Stiawan Z.S. J.J. Kusni Jadid Al Farisy Jajang R Kawentar Jakob Oetama Jalaluddin Rakhmat Jansen H. Sinamo Joni Ariadinata K.H. Bisri Syansuri K.H. M. Najib Muhammad Kahfi Ananda Giatama Kahfie Nazaruddin Kho Ping Hoo Kika Dhersy Putri Kitab Para Malaikat Kritik Sastra Kucing Oren Kunni Masrohanti Kuswinarto L.K. Ara Lagu Laksmi Shitaresmi Lan Fang Latief S. Nugraha Leila S. Chudori Leo Tolstoy Leon Agusta Lesbumi Yogyakarta Lily Yulianti Farid Linda Christanty Linda Sarmili Lukisan Lutfi Mardiansyah Luwu Utara M. Aan Mansyur M. Faizi M. Raudah Jambak M. Shoim Anwar M.D. Atmaja M’Shoe Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Majene Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mamasa Mamuju Mardi Luhung Marhalim Zaini Maroeli Simbolon Martin Aleida Masamba Mashuri Media KAMA_PO Melani Budianta Mihar Harahap Misbahus Surur Mochtar Lubis Moh. Jauhar al-Hakimi Mohammad Afifi Mohammad Yamin Much. Khoiri Muhammad Fauzi Muhammad Muhibbuddin Muhammad Ridwan Muhammad Subarkah Muhammad Walidin Muhammad Yasir Muhyiddin Mukhsin Amar Munawir Aziz Musa Ismail Mustamin Almandary N Teguh Prasetyo Nadine Gordimer Nara Ahirullah Nelson Alwi Nikita Mirzani Nirwan Ahmad Arsuka Nizar Qabbani Nugroho Sukmanto Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nuruddin Asyhadie Nurul Komariyah Ocehan Onghokham Otto Sukatno CR Pamela Allen Pameran Parakitri T. Simbolon Pelukis Pendidikan Penggalangan Dana Peta Provinsi Sulawesi Barat Polewali Pondok Pesantren Al-Madienah Pondok Pesantren Salafiyah Karossa Pramoedya Ananta Toer Pramuka Prasetyo Agung Pringadi AS Pringgo HR Priska Prosa Pudyo Saptono Puisi Puput Amiranti N Pustaka Ilalang PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Setia Putu Wijaya R Sutandya Yudha Khaidar R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Raedu Basha Ragdi F. Daye Rahmadi Usman Rahmat Sudirman Rahmat Sutandya Yudhanto Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Prabu Ratnani Latifah Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Riadi Ngasiran Rian Harahap Ribut Wijoto Rida K Liamsi Riki Fernando Rofiqi Hasan Ronny Agustinus Rozi Kembara Rusydi Zamzami Rx King Motor S Yoga S. Jai Sabrank Suparno Safar Nurhan Saini K.M. Sajak Salman Rusydie Anwar Salman S Yoga Samsul Anam Sapardi Djoko Damono Sapto Hoedojo Sasti Gotama Sastra Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Seni Rupa Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sirajudin Siswoyo Sitok Srengenge Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sonia Sosiawan Leak Sukitman Sulawesi Selatan Sunaryono Basuki Ks Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Suriali Andi Kustomo Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Sutan Takdir Alisjahbana Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syaifuddin Gani Syamsudin Noer Moenadi Syihabuddin Qalyubi Syu’bah Asa Tari Bamba Manurung Tari Bulu Londong Tari Ma’Bundu Tari Mappande Banua Tari Patuddu Tari Salabose Daeng Poralle Tari Sayyang Pattuqduq Tari Toerang Batu Tata Chacha Tatan Daniel Taufik Ikram Jamil Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teater Teddi Muhtadin Teguh Setiawan Pinang Teguh Winarsho AS Tenas Effendy Tengsoe Tjahjono Tenni Purwanti Tito Sianipar Tjahjono Widijanto Toeti Heraty Tosiani Tri Wahono Udin Badruddin Udo Z. Karzi Umar Fauzi Ballah Umar Kayam Umbu Landu Paranggi Usman Arrumy UU Hamidy Uwell's King Shop Uwell's Setiawan W.S. Rendra Wahib Muthalib Wahyudi Akmaliah Muhammad Wan Anwar Wawancara Wayan Sunarta Welly Kuswanto Wicaksono Wicaksono Adi Wilson Nadeak Wisata Yohanes Sehandi Yonatan Raharjo Yopie Setia Umbara Yosephine Maryati Yudhis M. Burhanudin Yukio Mishima Yurnaldi Zamakhsyari Abrar