Hamka
luqmansastra.blogspot.com
Meskipun pada penglihatan orang2 diluar, radja2 jang besar itu hidup dalam
kemewahan dan kemegahan namun pada ‘adatnya kemewahan dan kemegahan itu hanja
nampak dari luar sadja. Banjak sekali orang2 demikian menanggung kesengsaraan
dan kesusahan jang tiada terperikan. Disini tidak akan kita terangkan bagaimana
sengsara nasib orang2 besar dan radja2 yang masih hidup, tjukup salah seorang
jang telah meninggal kita ambil perumpamaan, supaja mendjadi keinsjafan bagi
kita.
Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Tuesday, August 24, 2021
Thursday, August 19, 2021
Kain Batik Sidomukti
Sunaryono Basuki Ks
sinarharapan.co.id
Pada ulang tahunku yang ke tujuh puluh dua, saat musim dingin belum juga pergi, aku menerima bingkisan dari seorang teman lama, yang syukur berusia panjang pula seperti diriku. Sebuah bungkusan kertas kado sederhana berwarna hijau tua berhiaskan kembang-kembang berwarna putih bagaikan untaian melati. Di luar bungkusan menempel sebuah amplop, dilekatkan dengan selotip tipis. Amplop itu lebih dulu aku buka. Isinya sebaris puisi:
sinarharapan.co.id
Pada ulang tahunku yang ke tujuh puluh dua, saat musim dingin belum juga pergi, aku menerima bingkisan dari seorang teman lama, yang syukur berusia panjang pula seperti diriku. Sebuah bungkusan kertas kado sederhana berwarna hijau tua berhiaskan kembang-kembang berwarna putih bagaikan untaian melati. Di luar bungkusan menempel sebuah amplop, dilekatkan dengan selotip tipis. Amplop itu lebih dulu aku buka. Isinya sebaris puisi:
Tuesday, August 3, 2021
Bait–Bait Hujan
Pringadi AS
oase.kompas.com
Kamu seperti hujan. Yang datang menghapus bau-bau kematian, di hatiku yang telah gersang oleh kemarau. Padahal kamu pernah menciptakan mendung, di awan awan yang putih, di hamparan langit yang biru. Tapi secepatnya aku lupa. Sebab kamu segera menggantinya dengan hujan. Yang merontokkan segenap kerinduan.
oase.kompas.com
Kamu seperti hujan. Yang datang menghapus bau-bau kematian, di hatiku yang telah gersang oleh kemarau. Padahal kamu pernah menciptakan mendung, di awan awan yang putih, di hamparan langit yang biru. Tapi secepatnya aku lupa. Sebab kamu segera menggantinya dengan hujan. Yang merontokkan segenap kerinduan.
SARKASME
Imamuddin SA
Tak ada salahnya jika hari ini aku menghampiri adikku. Aku yang kebetulan baru pulang dari pasar menemui sahabat karibku. Ah tidak, aku lupa. Ia bukan sekedar sahabat karib. Tetapi saudara abadi. Saudara yang akan bersatu di kehdupan esok hari.
Ini sudah jadi kebiasaanku. Setiap pasar Pahing dan Wage, aku kerap menemuinya. Itu jika aku tidak ada aktifitas lain di rumah. Biasalah, ada saja yang aku omongkan dengannya di pasar. Dari masalah pribadi. Dagangan. Pergolakan hidup. Agama. Dan bahkan ketauhidan. Yang paling senang adalah ketika aku memperhatikan karakter pembeli yang cukup variatif. Aku bisa mempelajari psikologi seseorang dari caranya membeli dan menawar barang dagangan.
Tak ada salahnya jika hari ini aku menghampiri adikku. Aku yang kebetulan baru pulang dari pasar menemui sahabat karibku. Ah tidak, aku lupa. Ia bukan sekedar sahabat karib. Tetapi saudara abadi. Saudara yang akan bersatu di kehdupan esok hari.
Ini sudah jadi kebiasaanku. Setiap pasar Pahing dan Wage, aku kerap menemuinya. Itu jika aku tidak ada aktifitas lain di rumah. Biasalah, ada saja yang aku omongkan dengannya di pasar. Dari masalah pribadi. Dagangan. Pergolakan hidup. Agama. Dan bahkan ketauhidan. Yang paling senang adalah ketika aku memperhatikan karakter pembeli yang cukup variatif. Aku bisa mempelajari psikologi seseorang dari caranya membeli dan menawar barang dagangan.
S A N G G U R U
Humam S Chudori
suarakarya-online.com
“Kamu ngomong apa Dik? Apa saya tidak salah dengar?” tanya Tardi kepada istrinya. Ia seperti tidak percaya dengan pernyataan yang baru saja dilontarkan Asfina. Betapa tidak, tanpa prolog terlebih dulu, tiba-tiba perempuan berhidung mancung itu mengatakan ingin berhenti kerja.
“Benar, Mas. Saya sungguh-sungguh.”
“Kenapa?”
Asfina diam.
suarakarya-online.com
“Kamu ngomong apa Dik? Apa saya tidak salah dengar?” tanya Tardi kepada istrinya. Ia seperti tidak percaya dengan pernyataan yang baru saja dilontarkan Asfina. Betapa tidak, tanpa prolog terlebih dulu, tiba-tiba perempuan berhidung mancung itu mengatakan ingin berhenti kerja.
“Benar, Mas. Saya sungguh-sungguh.”
“Kenapa?”
Asfina diam.
Friday, July 30, 2021
Sepasang Mata untuk Perempuan
Salman Rusydie Anwar
Pikiran Rakyat, 30 Juni 2007
Untuk malam yang kesekian kalinya, Indrian kembali mengeluarkan alat-alat lukisnya dari sebuah kardus bekas yang sudah lapuk. Ditatapnya kanvas yang terpancang di hadapannya. Lukisan yang tak selesai selama dua malam. Dan malam itu, ia berniat menyelesaikan lukisannya. Sebuah sketsa wajah perempuan yang acak. Lalu dia mendengus pelan.
Pikiran Rakyat, 30 Juni 2007
Untuk malam yang kesekian kalinya, Indrian kembali mengeluarkan alat-alat lukisnya dari sebuah kardus bekas yang sudah lapuk. Ditatapnya kanvas yang terpancang di hadapannya. Lukisan yang tak selesai selama dua malam. Dan malam itu, ia berniat menyelesaikan lukisannya. Sebuah sketsa wajah perempuan yang acak. Lalu dia mendengus pelan.
Skandal Utang
Nugroho Sukmanto
Republika, 24 Juni 2007
Ujin orang pintar. Mungkin kelewat pintar, hingga sekarang menjadi buron. Ia sembunyi entah di mana, seperti juga Samsyul Nursalim, Samadikun Hartono dan Hendra Wijaya, yang santer diberitakan di surat kabar.
Mereka adalah bagian dari peserta "pesta BLBI" yang membuat miris setiap orang yang menatap jumlah yang telah dinikmati. Saat krisis, setelah kebijakan penjaminan dikeluarkan pemerintah, dalam tiga bulan saja, jumlahnya bertambah 300 triliun rupiah. Berarti setiap dua minggu bertambah lima puluh triliun. Menurut audit Putu Ary Suta, sejumlah 300 triliun dari kira-kira 600 triliun tidak memiliki dokumen pendukung yang memadai.
Republika, 24 Juni 2007
Ujin orang pintar. Mungkin kelewat pintar, hingga sekarang menjadi buron. Ia sembunyi entah di mana, seperti juga Samsyul Nursalim, Samadikun Hartono dan Hendra Wijaya, yang santer diberitakan di surat kabar.
Mereka adalah bagian dari peserta "pesta BLBI" yang membuat miris setiap orang yang menatap jumlah yang telah dinikmati. Saat krisis, setelah kebijakan penjaminan dikeluarkan pemerintah, dalam tiga bulan saja, jumlahnya bertambah 300 triliun rupiah. Berarti setiap dua minggu bertambah lima puluh triliun. Menurut audit Putu Ary Suta, sejumlah 300 triliun dari kira-kira 600 triliun tidak memiliki dokumen pendukung yang memadai.
SAMANASANTA
F. Rahardi
Kompas, 15 Juli 2007
Kamu akan berangkat lewat Denpasar atau Surabaya atau Kupangkah? Bolehkah aku titip diriku karena ini baru pertama aku datang ke Larantuka. Benarkah nama kota di Flores tempat Samanasanta itu Larantuka? Bolehkah?
Aku meninggalkan Paris sudah seminggu lalu, tetapi terlalu lama aku tertahan di Bangkok. Ditambah lagi ketika Jakarta, yang juga sama macet dengan Bangkok, telah menyita banyak sekali waktu. Tetapi aku senang karena bertemu dengan sangat banyak teman, juga musuh.
Kompas, 15 Juli 2007
Kamu akan berangkat lewat Denpasar atau Surabaya atau Kupangkah? Bolehkah aku titip diriku karena ini baru pertama aku datang ke Larantuka. Benarkah nama kota di Flores tempat Samanasanta itu Larantuka? Bolehkah?
Aku meninggalkan Paris sudah seminggu lalu, tetapi terlalu lama aku tertahan di Bangkok. Ditambah lagi ketika Jakarta, yang juga sama macet dengan Bangkok, telah menyita banyak sekali waktu. Tetapi aku senang karena bertemu dengan sangat banyak teman, juga musuh.
Sarengas
Gunawan Maryanto
Media Indonesia, 26 Agu 2007
SARENGAS ingin menguasai bahasa. Segala bahasa yang ada di muka dunia. Dari bahasa hewan, tumbuhan hingga manusia. Dengan demikian ia akan menguasai dunia, sebagaimana Sulaiman, panutannya. Maka berangkatlah ia pagi itu ke laut sebagaimana pesan yang didapatnya dalam mimpi. Jika kau ingin menguasai seluruh bahasa di dunia ini, bertapalah di dasar laut, sebagaimana Sulaiman pernah melakukannya.
Media Indonesia, 26 Agu 2007
SARENGAS ingin menguasai bahasa. Segala bahasa yang ada di muka dunia. Dari bahasa hewan, tumbuhan hingga manusia. Dengan demikian ia akan menguasai dunia, sebagaimana Sulaiman, panutannya. Maka berangkatlah ia pagi itu ke laut sebagaimana pesan yang didapatnya dalam mimpi. Jika kau ingin menguasai seluruh bahasa di dunia ini, bertapalah di dasar laut, sebagaimana Sulaiman pernah melakukannya.
Si Lugu dan Si Malin KundangSi Lugu dan Si Malin Kundang
Hamsad Rangkuti
Kompas, 28 Okt 2007
Sekuriti kompleks perumahan mewah menghambat masuk orang tua dengan beban sepikul hasil bumi. Pintu gerbang tidak dia buka. Orang tua itu mengatakan dia berjalan dari stasiun kereta api mencari kompleks perumahan itu. Setandan pisang, dua ikat jagung, satu buah nangka masak, dan seekor ayam. Polisi lalu lintas melihat peristiwa itu dan menghentikan kendaraan roda duanya. Dia ingin tahu walau sebenarnya hal semacam itu bukanlah tugasnya.
Kompas, 28 Okt 2007
Sekuriti kompleks perumahan mewah menghambat masuk orang tua dengan beban sepikul hasil bumi. Pintu gerbang tidak dia buka. Orang tua itu mengatakan dia berjalan dari stasiun kereta api mencari kompleks perumahan itu. Setandan pisang, dua ikat jagung, satu buah nangka masak, dan seekor ayam. Polisi lalu lintas melihat peristiwa itu dan menghentikan kendaraan roda duanya. Dia ingin tahu walau sebenarnya hal semacam itu bukanlah tugasnya.
Sungai yang Tenang
Hudan Hidayat
Republika, 15 April 2007
Aku memandang ke sungai yang tenang. Dari jendela kamar lantai dua rumahku, nampaklah sungai yang tenang itu. Kadang-kadang hinggap burung di atasnya. Burung yang kecil. Dari kamarku terlihat ringkih. Tapi, ia tak pernah jatuh ke sungai itu. Selalu bisa terbang. Ringkih, tapi bisa terbang.
Republika, 15 April 2007
Aku memandang ke sungai yang tenang. Dari jendela kamar lantai dua rumahku, nampaklah sungai yang tenang itu. Kadang-kadang hinggap burung di atasnya. Burung yang kecil. Dari kamarku terlihat ringkih. Tapi, ia tak pernah jatuh ke sungai itu. Selalu bisa terbang. Ringkih, tapi bisa terbang.
Serdadu Tua dan Jipnya
Wilson Nadeak
Kompas, 29 April 2007
Sudahlah! Kita hidup dengan gaji kita saja. Tidak perlu pikirkan macam-macam. Usia kepala tujuh bukanlah saat yang tepat untuk merawat mobil tua. Kuno lagi. Onderdil jip itu pun sukar dicari. Biarlah kami menikmati masa tua, Pak. Kulihat kau selalu risau dengan kendaraan itu. Sebentar-sebentar pergi ke tempat anak kita dan memintanya supaya memperbaikinya. Sayang anak kita menghabiskan waktu untuk memperbaiki mobil itu. Mobil adalah beban.
Kompas, 29 April 2007
Sudahlah! Kita hidup dengan gaji kita saja. Tidak perlu pikirkan macam-macam. Usia kepala tujuh bukanlah saat yang tepat untuk merawat mobil tua. Kuno lagi. Onderdil jip itu pun sukar dicari. Biarlah kami menikmati masa tua, Pak. Kulihat kau selalu risau dengan kendaraan itu. Sebentar-sebentar pergi ke tempat anak kita dan memintanya supaya memperbaikinya. Sayang anak kita menghabiskan waktu untuk memperbaiki mobil itu. Mobil adalah beban.
Tukang Urut di Tepi Danau
Martin Aleida
Kompas, 27 Mei 2007
Sudah kusaksikan bagaimana Asikin dibunuh pensiunnya sendiri secara perlahan. Juga Asril. Beberapa bulan sebelum memasuki masa pensiun, mereka mulai berjuang melawan waswas dan perasaan tak berharga, disia-siakan. Perasaan yang terus menyiksa mereka sampai beberapa bulan setelah mereka sudah tidak lagi disambut dengan senang hati di kantor, kalau mereka singgah sekadar melepas rindu. Asikin mengalami gangguan pencernaan. Ambeiennya bertambah parah dan terjadi pendarahan. Setelah konsultasi dengan beberapa dokter, akhirnya dia jatuh ke tangan seorang ahli jantung yang mengirimkannya ke rumah sakit khusus untuk dibedah.
Kompas, 27 Mei 2007
Sudah kusaksikan bagaimana Asikin dibunuh pensiunnya sendiri secara perlahan. Juga Asril. Beberapa bulan sebelum memasuki masa pensiun, mereka mulai berjuang melawan waswas dan perasaan tak berharga, disia-siakan. Perasaan yang terus menyiksa mereka sampai beberapa bulan setelah mereka sudah tidak lagi disambut dengan senang hati di kantor, kalau mereka singgah sekadar melepas rindu. Asikin mengalami gangguan pencernaan. Ambeiennya bertambah parah dan terjadi pendarahan. Setelah konsultasi dengan beberapa dokter, akhirnya dia jatuh ke tangan seorang ahli jantung yang mengirimkannya ke rumah sakit khusus untuk dibedah.
Tuesday, July 27, 2021
Langit Gelap, Tanpa Bintang
Gunawan Budi Susanto
suaramerdeka.com
“BU, Bapak mana?”
Pertanyaan itu terlontar dari bibir mungilmu, malam-malam sebelum tidur.
“Bapak ke surga.”
“Kenapa tak pulang-pulang?”
“Nanti, kalau sudah punya banyak duit. Bapak kerja keras di sana, cari duit buat kamu dan adik-adikmu.”
“Surga jauh, Bu?”
suaramerdeka.com
“BU, Bapak mana?”
Pertanyaan itu terlontar dari bibir mungilmu, malam-malam sebelum tidur.
“Bapak ke surga.”
“Kenapa tak pulang-pulang?”
“Nanti, kalau sudah punya banyak duit. Bapak kerja keras di sana, cari duit buat kamu dan adik-adikmu.”
“Surga jauh, Bu?”
Sunday, July 25, 2021
1.000 Kutu di Kepala Anakku
Isbedy Stiawan ZS *
suarakarya-online.comSOAL gizi buruk ataupun polio bagiku sudah tidak lagi menarik sebagai berita. Karena itu, tak perlu diceritakan maupun dikabarkan. Bahkan flu burung yang sempat merebak di seluruh kota di negeri ini, kini tak lagi membuat bulu tengkukku berdiri. Aku tak takut lagi terkena flu burung. Apalagi sudah ada jaminan pemerintah kalau hewan-hewan sejenis itu sudah bebas dari rabies flu burung. Jadi, tak ada keraguan aku mengonsumsi daging ayam.
Malaikat Pencabut Nyawa
Eko Darmoko
Kompas, 17 Januari 2021
Hanya pelacur yang bisa menyelamatkan nyawa Bella. Ilmu kedokteran belum sanggup menangkal kewajiban malaikat pencabut nyawa yang diperintahkan untuk menumpas hidup Bella. Apa daya, minimnya pengetahuan dan pergaulan, membuat keluarga Bella kepayahan mencari pelacur semenjak Dolly ditutup Pemerintah Kota.
Kompas, 17 Januari 2021
Hanya pelacur yang bisa menyelamatkan nyawa Bella. Ilmu kedokteran belum sanggup menangkal kewajiban malaikat pencabut nyawa yang diperintahkan untuk menumpas hidup Bella. Apa daya, minimnya pengetahuan dan pergaulan, membuat keluarga Bella kepayahan mencari pelacur semenjak Dolly ditutup Pemerintah Kota.
Mirip Diana…
Isbedy Stiawan Z.S. *
lampungpost.com
malam menguncup
angin laut menusuk
di palka ini perempuanku
menulis kisah-kisah silam
dari setitik tahilalat…
lampungpost.com
malam menguncup
angin laut menusuk
di palka ini perempuanku
menulis kisah-kisah silam
dari setitik tahilalat…
Saturday, July 24, 2021
SAMPAN
Ahmad Muchlish AR
sinarharapan.co.id
Dua tahun yang lalu, Ayah dan Ibuku meninggal di laut; apabila aku kangen padanya, mengharap belaiannya, aku segera berangkat ke laut karena Ayah dan Ibuku adalah laut itu sendiri.* Kudapati angin, udara, camar, ombak dan buih telah mempelajariku hidup dan bergaul. Atau bahkan pernah aku enggan pergi ke laut karena dalam pikiranku muncul bahwa laut adalah kekejaman.
sinarharapan.co.id
Dua tahun yang lalu, Ayah dan Ibuku meninggal di laut; apabila aku kangen padanya, mengharap belaiannya, aku segera berangkat ke laut karena Ayah dan Ibuku adalah laut itu sendiri.* Kudapati angin, udara, camar, ombak dan buih telah mempelajariku hidup dan bergaul. Atau bahkan pernah aku enggan pergi ke laut karena dalam pikiranku muncul bahwa laut adalah kekejaman.
Saturday, July 17, 2021
Hujan di Atas Ciuman
Lan Fang *
jawapos.com
Tato
Sekarang sudah memasuki musim penghujan. Biasanya setiap hari langit akan berwarna abu-abu lalu memuntahkan biji-biji air. Jalanan akan basah, banjir, dan macet terjadi di mana-mana. Aku tidak mengerti kenapa Lin begitu tergila-gila pada sebuah musim yang hanya bisa menjanjikan basah, pikirku sambil memandang kanvas besar di hadapanku.
jawapos.com
Tato
Sekarang sudah memasuki musim penghujan. Biasanya setiap hari langit akan berwarna abu-abu lalu memuntahkan biji-biji air. Jalanan akan basah, banjir, dan macet terjadi di mana-mana. Aku tidak mengerti kenapa Lin begitu tergila-gila pada sebuah musim yang hanya bisa menjanjikan basah, pikirku sambil memandang kanvas besar di hadapanku.
Saturday, July 10, 2021
Bibir Merah
Daisy Priyanti
suarakarya-online.com
Bibir yang merah basah dan setengah terbuka memintaku menciumnya. “Ciumlah aku sepuasmu. Pagut aku semaumu. Jangan lepaskan!”
Aku tidak mengenalnya. Aku tidak mengetahuinya dari mana ia datang atau apa sebabnya dia menghampiriku tiba-tiba begitu dan langsung saja meminta aku memagutnya, menciumnya, dan tidak melepaskannya.
suarakarya-online.com
Bibir yang merah basah dan setengah terbuka memintaku menciumnya. “Ciumlah aku sepuasmu. Pagut aku semaumu. Jangan lepaskan!”
Aku tidak mengenalnya. Aku tidak mengetahuinya dari mana ia datang atau apa sebabnya dia menghampiriku tiba-tiba begitu dan langsung saja meminta aku memagutnya, menciumnya, dan tidak melepaskannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
A. Anzieb
A. Muttaqin
A. Qorib Hidayatullah
A. Rifqi Hidayat
A. Rodhi Murtadho
A. Syauqi Sumbawi
A.J. Susmana
A.S. Laksana
A'yat Khalili
Abdul Hadi WM
Abdul Hopid
Abdul Kirno Tanda
Abdul Wachid B.S.
Acep Zamzam Noor
Afrizal Malna
Aguk Irawan MN
Agus B. Harianto
Agus Dermawan T.
Agus Noor
Agus R. Sarjono
Agus R. Subagyo
Agus Sri Danardana
Agus Sunyoto
Agus Wibowo
Agusri Junaidi
Ahda Imran
Ahid Hidayat
Ahmad Muchlish Amrin
Ahmadun Yosi Herfanda
Ajip Rosidi
Akhmad Sekhu
Akhudiat
Ali Audah
Alim Bakhtiar
Alunk Estohank
Amien Kamil
Amien Wangsitalaja
Aming Aminoedhin
Amir Hamzah
Ana Mustamin
Andhika Mappasomba
Andi Achdian
Andrenaline Katarsis
Anjrah Lelono Broto
Anton Wahyudi
Anwar Holid
Aprinus Salam
Arafat Nur
Ardy Kresna Crenata
Arie MP Tamba
Arief Budiman
Ariel Heryanto
Arif Wibowo
Arman A.Z.
Arsyad Indradi
Aryadi Mellas
Aryo Bhawono
Asap Studio
Asarpin
Asep Rahmat Hidayat
Asep Sambodja
Aulia A Muhammad
Awalludin GD Mualif
B Kunto Wibisono
Badaruddin Amir
Balada
Bambang Kempling
Bambang Soebendo
Banjir Bandang
Beni Setia
Benny Arnas
Benny Benke
Berita
Berita Duka
Bernando J. Sujibto
Binhad Nurrohmat
Boy Mihaballo
Budaya
Budi Darma
Budi P. Hatees
Bustan Basir Maras
Catatan
Cerbung
Cerpen
Chairil Gibran Ramadhan
D. Zawawi Imron
D.N. Aidit
Daisy Priyanti
Dandy Bayu Bramasta
Daniel Dhakidae
Dareen Tatour
Dea Anugrah
Dedy Sufriadi
Dedy Tri Riyadi
Deni Ahmad Fajar
Deni Jazuli
Denny JA
Denny Mizhar
Desti Fatin Fauziyyah
Dewi Sartika
Dhanu Priyo Prabowo
Dharmadi
Diah Budiana
Dian Hartati
Didin Tulus
Djoko Pitono
Djoko Saryono
Donny Anggoro
Dwi Pranoto
Echa Panrita Lopi
Eddi Koben
Edy A Effendi
Edy Firmansyah
Eka Budianta
Eka Kurniawan
Eko Darmoko
Eko Faizin
Emha Ainun Nadjib
Enda Menzies
Erlina P. Lestari
Erwin Dariyanto
Esai
Esti Ambirati
Evi Idawati
Evi Sefiani
F. Daus AR
F. Rahardi
Fahrudin Nasrulloh
Faisal Kamandobat
Fajar Alayubi
Fakhrunnas MA Jabbar
Fandy Hutari
Farah Noersativa
Fatah Anshori
Fatah Yasin Noor
Faza Bina Al-Alim
Felix K. Nesi
Ferdian Ananda Majni
Fian Firatmaja
Gampang Prawoto
Gema Erika Nugroho
Goenawan Mohamad
Gola Gong
Gombloh
Grathia Pitaloka
Gunawan Budi Susanto
Gunawan Maryanto
Gus Noy
H.B. Jassin
Hairus Salim
Hamka
Hamsad Rangkuti
Hari Murti
Haris Firdaus
Harry Aveling
Hasan Aspahani
Hasif Amini
HE. Benyamine
Hendri Yetus Siswono
Herman Syahara
Hermien Y. Kleden
Holy Adib
Huda S Noor
Hudan Hidayat
Hudan Nur
Humam S Chudori
Husni Hamisi
I G.G. Maha Adi
Iberamsyah Barbary
Ida Fitri
Idealisa Masyrafina
Idrus
Ignas Kleden
Ikarisma Kusmalina
Ike Ayuwandari
Ilham
Ilham Khoiri
Imam Cahyono
Imam Muhayat
Imam Nawawi
Imamuddin SA
Iman Budhi Santosa
Imron Tohari
Indria Pamuhapsari
Indrian Koto
Irfan Sholeh Fauzi
Isbedy Stiawan Z.S.
J.J. Kusni
Jadid Al Farisy
Jajang R Kawentar
Jakob Oetama
Jalaluddin Rakhmat
Jansen H. Sinamo
Joni Ariadinata
K.H. Bisri Syansuri
K.H. M. Najib Muhammad
Kahfi Ananda Giatama
Kahfie Nazaruddin
Kho Ping Hoo
Kika Dhersy Putri
Kitab Para Malaikat
Kritik Sastra
Kucing Oren
Kunni Masrohanti
Kuswinarto
L.K. Ara
Lagu
Laksmi Shitaresmi
Lan Fang
Latief S. Nugraha
Leila S. Chudori
Leo Tolstoy
Leon Agusta
Lesbumi Yogyakarta
Lily Yulianti Farid
Linda Christanty
Linda Sarmili
Lukisan
Lutfi Mardiansyah
Luwu Utara
M. Aan Mansyur
M. Faizi
M. Raudah Jambak
M. Shoim Anwar
M.D. Atmaja
M’Shoe
Mahmud Jauhari Ali
Mahwi Air Tawar
Majene
Malkan Junaidi
Maman S. Mahayana
Mamasa
Mamuju
Mardi Luhung
Marhalim Zaini
Maroeli Simbolon
Martin Aleida
Masamba
Mashuri
Media KAMA_PO
Melani Budianta
Mihar Harahap
Misbahus Surur
Mochtar Lubis
Moh. Jauhar al-Hakimi
Mohammad Afifi
Mohammad Yamin
Much. Khoiri
Muhammad Fauzi
Muhammad Muhibbuddin
Muhammad Ridwan
Muhammad Subarkah
Muhammad Walidin
Muhammad Yasir
Muhyiddin
Mukhsin Amar
Munawir Aziz
Musa Ismail
Mustamin Almandary
N Teguh Prasetyo
Nadine Gordimer
Nara Ahirullah
Nelson Alwi
Nikita Mirzani
Nirwan Ahmad Arsuka
Nizar Qabbani
Nugroho Sukmanto
Nurani Soyomukti
Nurel Javissyarqi
Nuruddin Asyhadie
Nurul Komariyah
Ocehan
Onghokham
Otto Sukatno CR
Pamela Allen
Pameran
Parakitri T. Simbolon
Pelukis
Pendidikan
Penggalangan Dana
Peta Provinsi Sulawesi Barat
Polewali
Pondok Pesantren Al-Madienah
Pondok Pesantren Salafiyah Karossa
Pramoedya Ananta Toer
Pramuka
Prasetyo Agung
Pringadi AS
Pringgo HR
Priska
Prosa
Pudyo Saptono
Puisi
Puput Amiranti N
Pustaka Ilalang
PUstaka puJAngga
Putu Fajar Arcana
Putu Setia
Putu Wijaya
R Sutandya Yudha Khaidar
R. Timur Budi Raja
Radhar Panca Dahana
Raedu Basha
Ragdi F. Daye
Rahmadi Usman
Rahmat Sudirman
Rahmat Sutandya Yudhanto
Rakai Lukman
Rakhmat Giryadi
Rama Prabu
Ratnani Latifah
Raudal Tanjung Banua
Reiny Dwinanda
Remy Sylado
Resensi
Riadi Ngasiran
Rian Harahap
Ribut Wijoto
Rida K Liamsi
Riki Fernando
Rofiqi Hasan
Ronny Agustinus
Rozi Kembara
Rusydi Zamzami
Rx King Motor
S Yoga
S. Jai
Sabrank Suparno
Safar Nurhan
Saini K.M.
Sajak
Salman Rusydie Anwar
Salman S Yoga
Samsul Anam
Sapardi Djoko Damono
Sapto Hoedojo
Sasti Gotama
Sastra
Satmoko Budi Santoso
Saut Situmorang
Sejarah
Seni Rupa
Sigit Susanto
Sihar Ramses Simatupang
Sirajudin
Siswoyo
Sitok Srengenge
Sofyan RH. Zaid
Soni Farid Maulana
Sonia
Sosiawan Leak
Sukitman
Sulawesi Selatan
Sunaryono Basuki Ks
Sunlie Thomas Alexander
Sunu Wasono
Suriali Andi Kustomo
Suryanto Sastroatmodjo
Susi Ivvaty
Susianna
Sutan Takdir Alisjahbana
Sutardji Calzoum Bachri
Sutejo
Syaifuddin Gani
Syamsudin Noer Moenadi
Syihabuddin Qalyubi
Syu’bah Asa
Tari Bamba Manurung
Tari Bulu Londong
Tari Ma’Bundu
Tari Mappande Banua
Tari Patuddu
Tari Salabose Daeng Poralle
Tari Sayyang Pattuqduq
Tari Toerang Batu
Tata Chacha
Tatan Daniel
Taufik Ikram Jamil
Taufiq Ismail
Taufiq Wr. Hidayat
Teater
Teddi Muhtadin
Teguh Setiawan Pinang
Teguh Winarsho AS
Tenas Effendy
Tengsoe Tjahjono
Tenni Purwanti
Tito Sianipar
Tjahjono Widijanto
Toeti Heraty
Tosiani
Tri Wahono
Udin Badruddin
Udo Z. Karzi
Umar Fauzi Ballah
Umar Kayam
Umbu Landu Paranggi
Usman Arrumy
UU Hamidy
Uwell's King Shop
Uwell's Setiawan
W.S. Rendra
Wahib Muthalib
Wahyudi Akmaliah Muhammad
Wan Anwar
Wawancara
Wayan Sunarta
Welly Kuswanto
Wicaksono
Wicaksono Adi
Wilson Nadeak
Wisata
Yohanes Sehandi
Yonatan Raharjo
Yopie Setia Umbara
Yosephine Maryati
Yudhis M. Burhanudin
Yukio Mishima
Yurnaldi
Zamakhsyari Abrar