Mengenang Budi Darma lewat Bibir yang Selalu Basah itu, Prosa Taufiq Wr.
Hidayat
Fatah Yasin Noor
Budi Darma menulis demi menulis itu sendiri. Kalimat-kalimat yang ia tulis
selalu enak dibaca dan selalu menyenangkan hati. Kalau ada kemuraman dalam
kata-katanya, percayalah, itu bukan kemuraman demi kemuraman itu sendiri. Budi
Darma ditakdirkan menjadi sastrawan terkemuka di Indonesia karena ia suka
menulis demi menulis itu sendiri. Kemuraman yang terekam dalam sekian banyak
tulisannya adalah kejujuran. Budi mencoba meneropong dirinya sendiri. Kadang
hasil teropongannya ngelantur mengerikan. Budi Darma selalu gelisah, dan yakin
dibalik masyarakat lingkungannya yang seolah berjalan normal tak lain dan tak
bukan adalah abnormal.
Showing posts with label Taufiq Wr. Hidayat. Show all posts
Showing posts with label Taufiq Wr. Hidayat. Show all posts
Monday, August 23, 2021
Monday, June 21, 2021
PENANTIAN DAN HUJAN YANG PANJANG
Taufiq Wr. Hidayat *
"Tunggulah aku di ujung jalan itu," kata seseorang pada kekasihnya.
Alangkah dalam suatu penantian. Dan kenapa seseorang harus menanti? Mungkin di situ bersama hujan, lampu-lampu malam, rumah yang jauh. Dan hujan yang terasa panjang. Seseorang merindukan pulang. Pada ibunya. Ingin kembali berbaring di kasur masa kecilnya, membayangkan wajah entah siapa. Dingin. Malam yang sampai di pedalaman kenangan. Kesendirian yang tak terpecahkan. Waktu mendetak. Segalanya terus menerus berubah, berganti, bertukar keadaan. Tetapi kenapa seseorang harus menanti janji, meski merasa itu mustahil? Lalu harapan? Janji pun disimpan dalam ingatan, dibungkus di dalam waktu. Hidup terus dijalankan.
"Tunggulah aku di ujung jalan itu," kata seseorang pada kekasihnya.
Alangkah dalam suatu penantian. Dan kenapa seseorang harus menanti? Mungkin di situ bersama hujan, lampu-lampu malam, rumah yang jauh. Dan hujan yang terasa panjang. Seseorang merindukan pulang. Pada ibunya. Ingin kembali berbaring di kasur masa kecilnya, membayangkan wajah entah siapa. Dingin. Malam yang sampai di pedalaman kenangan. Kesendirian yang tak terpecahkan. Waktu mendetak. Segalanya terus menerus berubah, berganti, bertukar keadaan. Tetapi kenapa seseorang harus menanti janji, meski merasa itu mustahil? Lalu harapan? Janji pun disimpan dalam ingatan, dibungkus di dalam waktu. Hidup terus dijalankan.
SERONG
Taufiq Wr. Hidayat *
Borges menulis fiksi yang cerdik mengelabuhi fakta, mengecoh sejarah dengan usil dan jenaka. Bagi Borges, aib sejarah bukan perbuatan tidak senonoh. Melainkan perilaku menyimpang "orang suci" dari nilai yang diperjuangkannya. Suatu pengkhianatan. Orang yang membela kesucian agama, lalu berbuat serong, maka ia telah berkhianat pada kesucian agama yang dibelanya dan menipu sejarah.
Borges menulis fiksi yang cerdik mengelabuhi fakta, mengecoh sejarah dengan usil dan jenaka. Bagi Borges, aib sejarah bukan perbuatan tidak senonoh. Melainkan perilaku menyimpang "orang suci" dari nilai yang diperjuangkannya. Suatu pengkhianatan. Orang yang membela kesucian agama, lalu berbuat serong, maka ia telah berkhianat pada kesucian agama yang dibelanya dan menipu sejarah.
Tuesday, May 11, 2021
MALAM 29 RAMADAN DI NDALEM KIAI SUTARA
Taufiq Wr. Hidayat *
Sahdan padan suatu malam, Nazaruddin Hoja mencari sebiji jarum di bawah lampu di halaman rumahnya. Padahal jarum yang dicarinya tersebut terjatuh di dalam kamar.
“Kenapa Anda mencari jarum di bawah lampu?” tanya seseorang.
“Karena di kamar saya gelap!” jawab Nazaruddin Hoja mantab.
Sahdan padan suatu malam, Nazaruddin Hoja mencari sebiji jarum di bawah lampu di halaman rumahnya. Padahal jarum yang dicarinya tersebut terjatuh di dalam kamar.
“Kenapa Anda mencari jarum di bawah lampu?” tanya seseorang.
“Karena di kamar saya gelap!” jawab Nazaruddin Hoja mantab.
Thursday, May 6, 2021
SUATU MALAM DI NDALEM KIAI SUTARA
Taufiq Wr. Hidayat *
Pada suatu senja, menjelang berbuka puasa di sebuah masjid, datanglah orang asing. Dengan tenang, ia menghembuskan asap rokoknya di antara orang-orang yang tengah kehausan menunggu datangnya waktu berbuka. Si orang asing menghabiskan rokoknya, lalu menghempaskan puntung rokoknya itu ke tanah. Orang-orang yang menunggu waktu berbuka memandangnya kurang suka. Diam-diam di dalam dada mereka mengutuki orang asing tidak sopan, dan tidak puasa.
Pada suatu senja, menjelang berbuka puasa di sebuah masjid, datanglah orang asing. Dengan tenang, ia menghembuskan asap rokoknya di antara orang-orang yang tengah kehausan menunggu datangnya waktu berbuka. Si orang asing menghabiskan rokoknya, lalu menghempaskan puntung rokoknya itu ke tanah. Orang-orang yang menunggu waktu berbuka memandangnya kurang suka. Diam-diam di dalam dada mereka mengutuki orang asing tidak sopan, dan tidak puasa.
Wednesday, April 28, 2021
KOTA YANG MENELAN KENANGAN
Taufiq Wr. Hidayat
Waktu matahari diterbitkan, gedung-gedung menyala. Memantulkan panas dari derita petaka. Tak ada percakapan, selain mesin dan rencana-rencana kerja. Bahasa tak berkomunikasi tentang alamat pulang. Android dan laptop menyusun dunianya sendiri, menyedot manusia ke asam lambungnya yang dipenuhi tembaga dan angka. Kata sandi mengunci otak manusia. Ingatan tentang rumah dan masa kecil, disediakan lobang kubur di lambung-lambung kesibukan. Orang-orang berebut surga dengan memasak daging saudaranya.
Waktu matahari diterbitkan, gedung-gedung menyala. Memantulkan panas dari derita petaka. Tak ada percakapan, selain mesin dan rencana-rencana kerja. Bahasa tak berkomunikasi tentang alamat pulang. Android dan laptop menyusun dunianya sendiri, menyedot manusia ke asam lambungnya yang dipenuhi tembaga dan angka. Kata sandi mengunci otak manusia. Ingatan tentang rumah dan masa kecil, disediakan lobang kubur di lambung-lambung kesibukan. Orang-orang berebut surga dengan memasak daging saudaranya.
Thursday, April 1, 2021
KASUNYATAN
Taufiq Wr. Hidayat *
Sahdan ketika Nabi Musa harus menjalankan tugas berat melawan Fir’aun dan membawa bangsa Israel keluar dari penindasan, Tuhan menyediakan padanya hadiah. Yakni "tanah yang dijanjikan”. Tanah yang dijanjikan Tuhan bagi bangsa Israel yang berada di bawah koordinasi Nabi Musa dalam rangka melawan kekuasaan Fir’aun dan selanjutnya membangun keberlangsungan hidup suatu bangsa dalam kedamaian. Namun hingga akhir hayatnya, setelah Musa berhasil secara gemilang menumbangkan Fir’aun dan membawa bangsa Israel pada kehidupan yang sejahtera, sampai namanya terkenal dalam sejarah agama-agama, tanah yang dijanjikan itu tak kunjung diberikan Tuhan padanya.
Sahdan ketika Nabi Musa harus menjalankan tugas berat melawan Fir’aun dan membawa bangsa Israel keluar dari penindasan, Tuhan menyediakan padanya hadiah. Yakni "tanah yang dijanjikan”. Tanah yang dijanjikan Tuhan bagi bangsa Israel yang berada di bawah koordinasi Nabi Musa dalam rangka melawan kekuasaan Fir’aun dan selanjutnya membangun keberlangsungan hidup suatu bangsa dalam kedamaian. Namun hingga akhir hayatnya, setelah Musa berhasil secara gemilang menumbangkan Fir’aun dan membawa bangsa Israel pada kehidupan yang sejahtera, sampai namanya terkenal dalam sejarah agama-agama, tanah yang dijanjikan itu tak kunjung diberikan Tuhan padanya.
Friday, December 4, 2020
CERITA KECIL DI PEDALAMAN HUJAN
Taufiq Wr. Hidayat *
Sahdan pada tepi sebuah hutan. Ada rumah kayu, halaman bunga. Sebuah sumur tua. Hutan pinus. Dan harum daunan. Gadis kecil berjalan kecil dengan kaki kecil di halaman berbunga yang kecil. Sendirian. Rambutnya yang halus dan ikal dielus angin. Kedua matanya mengerjap bagai bintang kejora. Rumah mungil. Sendiri. Sungai bening. Wangi kembang. Begitulah gadis kecil yang bernama Kembang Sepatu Anwar itu, berlibur di tepi hutan, bersama kedua orangtuanya.
Sahdan pada tepi sebuah hutan. Ada rumah kayu, halaman bunga. Sebuah sumur tua. Hutan pinus. Dan harum daunan. Gadis kecil berjalan kecil dengan kaki kecil di halaman berbunga yang kecil. Sendirian. Rambutnya yang halus dan ikal dielus angin. Kedua matanya mengerjap bagai bintang kejora. Rumah mungil. Sendiri. Sungai bening. Wangi kembang. Begitulah gadis kecil yang bernama Kembang Sepatu Anwar itu, berlibur di tepi hutan, bersama kedua orangtuanya.
Monday, November 30, 2020
AGAMA MESIN
Taufiq Wr. Hidayat *
Seseorang pernah bercerita. Konon mendiang Gus Dur punya kebiasaan bangun dini hari pukul 03.00 WIB, sekitar 45 menit sebelum subuh. Maka pada suatu dini hari, seperti biasa, Gus Dur terbangun. Beliau hanya diam memantapkan pendengarannya, seperti tengah menguping suara yang terdengar lirih. Seseorang itu lalu bertanya kepadanya. Dialog antara Gus Dur dan seseorang itu, dapat saya tuliskan kembali versi saya di sini.
Seseorang pernah bercerita. Konon mendiang Gus Dur punya kebiasaan bangun dini hari pukul 03.00 WIB, sekitar 45 menit sebelum subuh. Maka pada suatu dini hari, seperti biasa, Gus Dur terbangun. Beliau hanya diam memantapkan pendengarannya, seperti tengah menguping suara yang terdengar lirih. Seseorang itu lalu bertanya kepadanya. Dialog antara Gus Dur dan seseorang itu, dapat saya tuliskan kembali versi saya di sini.
Tuesday, August 4, 2020
Perjalanan Sastra di Banyuwangi
Taufiq Wr. Hidayat
GELIAT dan pertumbuhan sastra Banyuwangi kontemporer, sebenarnya sudah dimulai sejak tahun-tahun awal 60-an. Ini dilakukan oleh sejumlah penyair Banyuwangi yang berkarya di luar Banyuwangi, seperti Armaya yang rajin menuliskan karyanya di Majalah Siasat tahun 1960 dan dalam antologi Manifes bersama Goenawan Mohamad yang diterbitkan Tintamas-Djakarta, 1963. Begitu juga yang dilakukan oleh Chosin Djauhari yang termasuk dalam Pujangga Baru.
Wednesday, July 22, 2020
Kulya dalam Relung Filsafat, Cetakan III
Subscribe to:
Posts (Atom)
A. Anzieb
A. Muttaqin
A. Qorib Hidayatullah
A. Rifqi Hidayat
A. Rodhi Murtadho
A. Syauqi Sumbawi
A.J. Susmana
A.S. Laksana
A'yat Khalili
Abdul Hadi WM
Abdul Hopid
Abdul Kirno Tanda
Abdul Wachid B.S.
Acep Zamzam Noor
Afrizal Malna
Aguk Irawan MN
Agus B. Harianto
Agus Dermawan T.
Agus Noor
Agus R. Sarjono
Agus R. Subagyo
Agus Sri Danardana
Agus Sunyoto
Agus Wibowo
Agusri Junaidi
Ahda Imran
Ahid Hidayat
Ahmad Muchlish Amrin
Ahmadun Yosi Herfanda
Ajip Rosidi
Akhmad Sekhu
Akhudiat
Ali Audah
Alim Bakhtiar
Alunk Estohank
Amien Kamil
Amien Wangsitalaja
Aming Aminoedhin
Amir Hamzah
Ana Mustamin
Andhika Mappasomba
Andi Achdian
Andrenaline Katarsis
Anjrah Lelono Broto
Anton Wahyudi
Anwar Holid
Aprinus Salam
Arafat Nur
Ardy Kresna Crenata
Arie MP Tamba
Arief Budiman
Ariel Heryanto
Arif Wibowo
Arman A.Z.
Arsyad Indradi
Aryadi Mellas
Aryo Bhawono
Asap Studio
Asarpin
Asep Rahmat Hidayat
Asep Sambodja
Aulia A Muhammad
Awalludin GD Mualif
B Kunto Wibisono
Badaruddin Amir
Balada
Bambang Kempling
Bambang Soebendo
Banjir Bandang
Beni Setia
Benny Arnas
Benny Benke
Berita
Berita Duka
Bernando J. Sujibto
Binhad Nurrohmat
Boy Mihaballo
Budaya
Budi Darma
Budi P. Hatees
Bustan Basir Maras
Catatan
Cerbung
Cerpen
Chairil Gibran Ramadhan
D. Zawawi Imron
D.N. Aidit
Daisy Priyanti
Dandy Bayu Bramasta
Daniel Dhakidae
Dareen Tatour
Dea Anugrah
Dedy Sufriadi
Dedy Tri Riyadi
Deni Ahmad Fajar
Deni Jazuli
Denny JA
Denny Mizhar
Desti Fatin Fauziyyah
Dewi Sartika
Dhanu Priyo Prabowo
Dharmadi
Diah Budiana
Dian Hartati
Didin Tulus
Djoko Pitono
Djoko Saryono
Donny Anggoro
Dwi Pranoto
Echa Panrita Lopi
Eddi Koben
Edy A Effendi
Edy Firmansyah
Eka Budianta
Eka Kurniawan
Eko Darmoko
Eko Faizin
Emha Ainun Nadjib
Enda Menzies
Erlina P. Lestari
Erwin Dariyanto
Esai
Esti Ambirati
Evi Idawati
Evi Sefiani
F. Daus AR
F. Rahardi
Fahrudin Nasrulloh
Faisal Kamandobat
Fajar Alayubi
Fakhrunnas MA Jabbar
Fandy Hutari
Farah Noersativa
Fatah Anshori
Fatah Yasin Noor
Faza Bina Al-Alim
Felix K. Nesi
Ferdian Ananda Majni
Fian Firatmaja
Gampang Prawoto
Gema Erika Nugroho
Goenawan Mohamad
Gola Gong
Gombloh
Grathia Pitaloka
Gunawan Budi Susanto
Gunawan Maryanto
Gus Noy
H.B. Jassin
Hairus Salim
Hamka
Hamsad Rangkuti
Hari Murti
Haris Firdaus
Harry Aveling
Hasan Aspahani
Hasif Amini
HE. Benyamine
Hendri Yetus Siswono
Herman Syahara
Hermien Y. Kleden
Holy Adib
Huda S Noor
Hudan Hidayat
Hudan Nur
Humam S Chudori
Husni Hamisi
I G.G. Maha Adi
Iberamsyah Barbary
Ida Fitri
Idealisa Masyrafina
Idrus
Ignas Kleden
Ikarisma Kusmalina
Ike Ayuwandari
Ilham
Ilham Khoiri
Imam Cahyono
Imam Muhayat
Imam Nawawi
Imamuddin SA
Iman Budhi Santosa
Imron Tohari
Indria Pamuhapsari
Indrian Koto
Irfan Sholeh Fauzi
Isbedy Stiawan Z.S.
J.J. Kusni
Jadid Al Farisy
Jajang R Kawentar
Jakob Oetama
Jalaluddin Rakhmat
Jansen H. Sinamo
Joni Ariadinata
K.H. Bisri Syansuri
K.H. M. Najib Muhammad
Kahfi Ananda Giatama
Kahfie Nazaruddin
Kho Ping Hoo
Kika Dhersy Putri
Kitab Para Malaikat
Kritik Sastra
Kucing Oren
Kunni Masrohanti
Kuswinarto
L.K. Ara
Lagu
Laksmi Shitaresmi
Lan Fang
Latief S. Nugraha
Leila S. Chudori
Leo Tolstoy
Leon Agusta
Lesbumi Yogyakarta
Lily Yulianti Farid
Linda Christanty
Linda Sarmili
Lukisan
Lutfi Mardiansyah
Luwu Utara
M. Aan Mansyur
M. Faizi
M. Raudah Jambak
M. Shoim Anwar
M.D. Atmaja
M’Shoe
Mahmud Jauhari Ali
Mahwi Air Tawar
Majene
Malkan Junaidi
Maman S. Mahayana
Mamasa
Mamuju
Mardi Luhung
Marhalim Zaini
Maroeli Simbolon
Martin Aleida
Masamba
Mashuri
Media KAMA_PO
Melani Budianta
Mihar Harahap
Misbahus Surur
Mochtar Lubis
Moh. Jauhar al-Hakimi
Mohammad Afifi
Mohammad Yamin
Much. Khoiri
Muhammad Fauzi
Muhammad Muhibbuddin
Muhammad Ridwan
Muhammad Subarkah
Muhammad Walidin
Muhammad Yasir
Muhyiddin
Mukhsin Amar
Munawir Aziz
Musa Ismail
Mustamin Almandary
N Teguh Prasetyo
Nadine Gordimer
Nara Ahirullah
Nelson Alwi
Nikita Mirzani
Nirwan Ahmad Arsuka
Nizar Qabbani
Nugroho Sukmanto
Nurani Soyomukti
Nurel Javissyarqi
Nuruddin Asyhadie
Nurul Komariyah
Ocehan
Onghokham
Otto Sukatno CR
Pamela Allen
Pameran
Parakitri T. Simbolon
Pelukis
Pendidikan
Penggalangan Dana
Peta Provinsi Sulawesi Barat
Polewali
Pondok Pesantren Al-Madienah
Pondok Pesantren Salafiyah Karossa
Pramoedya Ananta Toer
Pramuka
Prasetyo Agung
Pringadi AS
Pringgo HR
Priska
Prosa
Pudyo Saptono
Puisi
Puput Amiranti N
Pustaka Ilalang
PUstaka puJAngga
Putu Fajar Arcana
Putu Setia
Putu Wijaya
R Sutandya Yudha Khaidar
R. Timur Budi Raja
Radhar Panca Dahana
Raedu Basha
Ragdi F. Daye
Rahmadi Usman
Rahmat Sudirman
Rahmat Sutandya Yudhanto
Rakai Lukman
Rakhmat Giryadi
Rama Prabu
Ratnani Latifah
Raudal Tanjung Banua
Reiny Dwinanda
Remy Sylado
Resensi
Riadi Ngasiran
Rian Harahap
Ribut Wijoto
Rida K Liamsi
Riki Fernando
Rofiqi Hasan
Ronny Agustinus
Rozi Kembara
Rusydi Zamzami
Rx King Motor
S Yoga
S. Jai
Sabrank Suparno
Safar Nurhan
Saini K.M.
Sajak
Salman Rusydie Anwar
Salman S Yoga
Samsul Anam
Sapardi Djoko Damono
Sapto Hoedojo
Sasti Gotama
Sastra
Satmoko Budi Santoso
Saut Situmorang
Sejarah
Seni Rupa
Sigit Susanto
Sihar Ramses Simatupang
Sirajudin
Siswoyo
Sitok Srengenge
Sofyan RH. Zaid
Soni Farid Maulana
Sonia
Sosiawan Leak
Sukitman
Sulawesi Selatan
Sunaryono Basuki Ks
Sunlie Thomas Alexander
Sunu Wasono
Suriali Andi Kustomo
Suryanto Sastroatmodjo
Susi Ivvaty
Susianna
Sutan Takdir Alisjahbana
Sutardji Calzoum Bachri
Sutejo
Syaifuddin Gani
Syamsudin Noer Moenadi
Syihabuddin Qalyubi
Syu’bah Asa
Tari Bamba Manurung
Tari Bulu Londong
Tari Ma’Bundu
Tari Mappande Banua
Tari Patuddu
Tari Salabose Daeng Poralle
Tari Sayyang Pattuqduq
Tari Toerang Batu
Tata Chacha
Tatan Daniel
Taufik Ikram Jamil
Taufiq Ismail
Taufiq Wr. Hidayat
Teater
Teddi Muhtadin
Teguh Setiawan Pinang
Teguh Winarsho AS
Tenas Effendy
Tengsoe Tjahjono
Tenni Purwanti
Tito Sianipar
Tjahjono Widijanto
Toeti Heraty
Tosiani
Tri Wahono
Udin Badruddin
Udo Z. Karzi
Umar Fauzi Ballah
Umar Kayam
Umbu Landu Paranggi
Usman Arrumy
UU Hamidy
Uwell's King Shop
Uwell's Setiawan
W.S. Rendra
Wahib Muthalib
Wahyudi Akmaliah Muhammad
Wan Anwar
Wawancara
Wayan Sunarta
Welly Kuswanto
Wicaksono
Wicaksono Adi
Wilson Nadeak
Wisata
Yohanes Sehandi
Yonatan Raharjo
Yopie Setia Umbara
Yosephine Maryati
Yudhis M. Burhanudin
Yukio Mishima
Yurnaldi
Zamakhsyari Abrar
