Showing posts with label Taufiq Wr. Hidayat. Show all posts
Showing posts with label Taufiq Wr. Hidayat. Show all posts

Monday, August 23, 2021

Perempuan Berbibir Basah

Mengenang Budi Darma lewat Bibir yang Selalu Basah itu, Prosa Taufiq Wr. Hidayat
 
Fatah Yasin Noor
 
Budi Darma menulis demi menulis itu sendiri. Kalimat-kalimat yang ia tulis selalu enak dibaca dan selalu menyenangkan hati. Kalau ada kemuraman dalam kata-katanya, percayalah, itu bukan kemuraman demi kemuraman itu sendiri. Budi Darma ditakdirkan menjadi sastrawan terkemuka di Indonesia karena ia suka menulis demi menulis itu sendiri. Kemuraman yang terekam dalam sekian banyak tulisannya adalah kejujuran. Budi mencoba meneropong dirinya sendiri. Kadang hasil teropongannya ngelantur mengerikan. Budi Darma selalu gelisah, dan yakin dibalik masyarakat lingkungannya yang seolah berjalan normal tak lain dan tak bukan adalah abnormal.

Monday, June 21, 2021

PENANTIAN DAN HUJAN YANG PANJANG

Taufiq Wr. Hidayat *
 
"Tunggulah aku di ujung jalan itu," kata seseorang pada kekasihnya.
 
Alangkah dalam suatu penantian. Dan kenapa seseorang harus menanti? Mungkin di situ bersama hujan, lampu-lampu malam, rumah yang jauh. Dan hujan yang terasa panjang. Seseorang merindukan pulang. Pada ibunya. Ingin kembali berbaring di kasur masa kecilnya, membayangkan wajah entah siapa. Dingin. Malam yang sampai di pedalaman kenangan. Kesendirian yang tak terpecahkan. Waktu mendetak. Segalanya terus menerus berubah, berganti, bertukar keadaan. Tetapi kenapa seseorang harus menanti janji, meski merasa itu mustahil? Lalu harapan? Janji pun disimpan dalam ingatan, dibungkus di dalam waktu. Hidup terus dijalankan.

SERONG

Taufiq Wr. Hidayat *
 
Borges menulis fiksi yang cerdik mengelabuhi fakta, mengecoh sejarah dengan usil dan jenaka. Bagi Borges, aib sejarah bukan perbuatan tidak senonoh. Melainkan perilaku menyimpang "orang suci" dari nilai yang diperjuangkannya. Suatu pengkhianatan. Orang yang membela kesucian agama, lalu berbuat serong, maka ia telah berkhianat pada kesucian agama yang dibelanya dan menipu sejarah.

Tuesday, May 11, 2021

MALAM 29 RAMADAN DI NDALEM KIAI SUTARA

Taufiq Wr. Hidayat *
 
Sahdan padan suatu malam, Nazaruddin Hoja mencari sebiji jarum di bawah lampu di halaman rumahnya. Padahal jarum yang dicarinya tersebut terjatuh di dalam kamar.
 
“Kenapa Anda mencari jarum di bawah lampu?” tanya seseorang.
 
“Karena di kamar saya gelap!” jawab Nazaruddin Hoja mantab.

Thursday, May 6, 2021

SUATU MALAM DI NDALEM KIAI SUTARA

Taufiq Wr. Hidayat *
 
Pada suatu senja, menjelang berbuka puasa di sebuah masjid, datanglah orang asing. Dengan tenang, ia menghembuskan asap rokoknya di antara orang-orang yang tengah kehausan menunggu datangnya waktu berbuka. Si orang asing menghabiskan rokoknya, lalu menghempaskan puntung rokoknya itu ke tanah. Orang-orang yang menunggu waktu berbuka memandangnya kurang suka. Diam-diam di dalam dada mereka mengutuki orang asing tidak sopan, dan tidak puasa.

Wednesday, April 28, 2021

KOTA YANG MENELAN KENANGAN

Taufiq Wr. Hidayat
 
Waktu matahari diterbitkan, gedung-gedung menyala. Memantulkan panas dari derita petaka. Tak ada percakapan, selain mesin dan rencana-rencana kerja. Bahasa tak berkomunikasi tentang alamat pulang. Android dan laptop menyusun dunianya sendiri, menyedot manusia ke asam lambungnya yang dipenuhi tembaga dan angka. Kata sandi mengunci otak manusia. Ingatan tentang rumah dan masa kecil, disediakan lobang kubur di lambung-lambung kesibukan. Orang-orang berebut surga dengan memasak daging saudaranya.

Thursday, April 1, 2021

KASUNYATAN

Taufiq Wr. Hidayat *
 
Sahdan ketika Nabi Musa harus menjalankan tugas berat melawan Fir’aun dan membawa bangsa Israel keluar dari penindasan, Tuhan menyediakan padanya hadiah. Yakni "tanah yang dijanjikan”. Tanah yang dijanjikan Tuhan bagi bangsa Israel yang berada di bawah koordinasi Nabi Musa dalam rangka melawan kekuasaan Fir’aun dan selanjutnya membangun keberlangsungan hidup suatu bangsa dalam kedamaian. Namun hingga akhir hayatnya, setelah Musa berhasil secara gemilang menumbangkan Fir’aun dan membawa bangsa Israel pada kehidupan yang sejahtera, sampai namanya terkenal dalam sejarah agama-agama, tanah yang dijanjikan itu tak kunjung diberikan Tuhan padanya.

Friday, December 4, 2020

CERITA KECIL DI PEDALAMAN HUJAN

Taufiq Wr. Hidayat *
 
Sahdan pada tepi sebuah hutan. Ada rumah kayu, halaman bunga. Sebuah sumur tua. Hutan pinus. Dan harum daunan. Gadis kecil berjalan kecil dengan kaki kecil di halaman berbunga yang kecil. Sendirian. Rambutnya yang halus dan ikal dielus angin. Kedua matanya mengerjap bagai bintang kejora. Rumah mungil. Sendiri. Sungai bening. Wangi kembang. Begitulah gadis kecil yang bernama Kembang Sepatu Anwar itu, berlibur di tepi hutan, bersama kedua orangtuanya.

Monday, November 30, 2020

AGAMA MESIN

 Taufiq Wr. Hidayat *
 
Seseorang pernah bercerita. Konon mendiang Gus Dur punya kebiasaan bangun dini hari pukul 03.00 WIB, sekitar 45 menit sebelum subuh. Maka pada suatu dini hari, seperti biasa, Gus Dur terbangun. Beliau hanya diam memantapkan pendengarannya, seperti tengah menguping suara yang terdengar lirih. Seseorang itu lalu bertanya kepadanya. Dialog antara Gus Dur dan seseorang itu, dapat saya tuliskan kembali versi saya di sini.

Tuesday, August 4, 2020

Perjalanan Sastra di Banyuwangi

Taufiq Wr. Hidayat

GELIAT dan pertumbuhan sastra Banyuwangi kontemporer, sebenarnya sudah dimulai sejak tahun-tahun awal 60-an. Ini dilakukan oleh sejumlah penyair Banyuwangi yang berkarya di luar Banyuwangi, seperti Armaya yang rajin menuliskan karyanya di Majalah Siasat tahun 1960 dan dalam antologi Manifes bersama Goenawan Mohamad yang diterbitkan Tintamas-Djakarta, 1963. Begitu juga yang dilakukan oleh Chosin Djauhari yang termasuk dalam Pujangga Baru.
A. Anzieb A. Muttaqin A. Qorib Hidayatullah A. Rifqi Hidayat A. Rodhi Murtadho A. Syauqi Sumbawi A.J. Susmana A.S. Laksana A'yat Khalili Abdul Hadi WM Abdul Hopid Abdul Kirno Tanda Abdul Wachid B.S. Acep Zamzam Noor Afrizal Malna Aguk Irawan MN Agus B. Harianto Agus Dermawan T. Agus Noor Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sri Danardana Agus Sunyoto Agus Wibowo Agusri Junaidi Ahda Imran Ahid Hidayat Ahmad Muchlish Amrin Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Sekhu Akhudiat Ali Audah Alim Bakhtiar Alunk Estohank Amien Kamil Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Amir Hamzah Ana Mustamin Andhika Mappasomba Andi Achdian Andrenaline Katarsis Anjrah Lelono Broto Anton Wahyudi Anwar Holid Aprinus Salam Arafat Nur Ardy Kresna Crenata Arie MP Tamba Arief Budiman Ariel Heryanto Arif Wibowo Arman A.Z. Arsyad Indradi Aryadi Mellas Aryo Bhawono Asap Studio Asarpin Asep Rahmat Hidayat Asep Sambodja Aulia A Muhammad Awalludin GD Mualif B Kunto Wibisono Badaruddin Amir Balada Bambang Kempling Bambang Soebendo Banjir Bandang Beni Setia Benny Arnas Benny Benke Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Binhad Nurrohmat Boy Mihaballo Budaya Budi Darma Budi P. Hatees Bustan Basir Maras Catatan Cerbung Cerpen Chairil Gibran Ramadhan D. Zawawi Imron D.N. Aidit Daisy Priyanti Dandy Bayu Bramasta Daniel Dhakidae Dareen Tatour Dea Anugrah Dedy Sufriadi Dedy Tri Riyadi Deni Ahmad Fajar Deni Jazuli Denny JA Denny Mizhar Desti Fatin Fauziyyah Dewi Sartika Dhanu Priyo Prabowo Dharmadi Diah Budiana Dian Hartati Didin Tulus Djoko Pitono Djoko Saryono Donny Anggoro Dwi Pranoto Echa Panrita Lopi Eddi Koben Edy A Effendi Edy Firmansyah Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Faizin Emha Ainun Nadjib Enda Menzies Erlina P. Lestari Erwin Dariyanto Esai Esti Ambirati Evi Idawati Evi Sefiani F. Daus AR F. Rahardi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fajar Alayubi Fakhrunnas MA Jabbar Fandy Hutari Farah Noersativa Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Faza Bina Al-Alim Felix K. Nesi Ferdian Ananda Majni Fian Firatmaja Gampang Prawoto Gema Erika Nugroho Goenawan Mohamad Gola Gong Gombloh Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Maryanto Gus Noy H.B. Jassin Hairus Salim Hamka Hamsad Rangkuti Hari Murti Haris Firdaus Harry Aveling Hasan Aspahani Hasif Amini HE. Benyamine Hendri Yetus Siswono Herman Syahara Hermien Y. Kleden Holy Adib Huda S Noor Hudan Hidayat Hudan Nur Humam S Chudori Husni Hamisi I G.G. Maha Adi Iberamsyah Barbary Ida Fitri Idealisa Masyrafina Idrus Ignas Kleden Ikarisma Kusmalina Ike Ayuwandari Ilham Ilham Khoiri Imam Cahyono Imam Muhayat Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Tohari Indria Pamuhapsari Indrian Koto Irfan Sholeh Fauzi Isbedy Stiawan Z.S. J.J. Kusni Jadid Al Farisy Jajang R Kawentar Jakob Oetama Jalaluddin Rakhmat Jansen H. Sinamo Joni Ariadinata K.H. Bisri Syansuri K.H. M. Najib Muhammad Kahfi Ananda Giatama Kahfie Nazaruddin Kho Ping Hoo Kika Dhersy Putri Kitab Para Malaikat Kritik Sastra Kucing Oren Kunni Masrohanti Kuswinarto L.K. Ara Lagu Laksmi Shitaresmi Lan Fang Latief S. Nugraha Leila S. Chudori Leo Tolstoy Leon Agusta Lesbumi Yogyakarta Lily Yulianti Farid Linda Christanty Linda Sarmili Lukisan Lutfi Mardiansyah Luwu Utara M. Aan Mansyur M. Faizi M. Raudah Jambak M. Shoim Anwar M.D. Atmaja M’Shoe Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Majene Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mamasa Mamuju Mardi Luhung Marhalim Zaini Maroeli Simbolon Martin Aleida Masamba Mashuri Media KAMA_PO Melani Budianta Mihar Harahap Misbahus Surur Mochtar Lubis Moh. Jauhar al-Hakimi Mohammad Afifi Mohammad Yamin Much. Khoiri Muhammad Fauzi Muhammad Muhibbuddin Muhammad Ridwan Muhammad Subarkah Muhammad Walidin Muhammad Yasir Muhyiddin Mukhsin Amar Munawir Aziz Musa Ismail Mustamin Almandary N Teguh Prasetyo Nadine Gordimer Nara Ahirullah Nelson Alwi Nikita Mirzani Nirwan Ahmad Arsuka Nizar Qabbani Nugroho Sukmanto Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nuruddin Asyhadie Nurul Komariyah Ocehan Onghokham Otto Sukatno CR Pamela Allen Pameran Parakitri T. Simbolon Pelukis Pendidikan Penggalangan Dana Peta Provinsi Sulawesi Barat Polewali Pondok Pesantren Al-Madienah Pondok Pesantren Salafiyah Karossa Pramoedya Ananta Toer Pramuka Prasetyo Agung Pringadi AS Pringgo HR Priska Prosa Pudyo Saptono Puisi Puput Amiranti N Pustaka Ilalang PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Setia Putu Wijaya R Sutandya Yudha Khaidar R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Raedu Basha Ragdi F. Daye Rahmadi Usman Rahmat Sudirman Rahmat Sutandya Yudhanto Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Prabu Ratnani Latifah Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Riadi Ngasiran Rian Harahap Ribut Wijoto Rida K Liamsi Riki Fernando Rofiqi Hasan Ronny Agustinus Rozi Kembara Rusydi Zamzami Rx King Motor S Yoga S. Jai Sabrank Suparno Safar Nurhan Saini K.M. Sajak Salman Rusydie Anwar Salman S Yoga Samsul Anam Sapardi Djoko Damono Sapto Hoedojo Sasti Gotama Sastra Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Seni Rupa Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sirajudin Siswoyo Sitok Srengenge Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sonia Sosiawan Leak Sukitman Sulawesi Selatan Sunaryono Basuki Ks Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Suriali Andi Kustomo Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Sutan Takdir Alisjahbana Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syaifuddin Gani Syamsudin Noer Moenadi Syihabuddin Qalyubi Syu’bah Asa Tari Bamba Manurung Tari Bulu Londong Tari Ma’Bundu Tari Mappande Banua Tari Patuddu Tari Salabose Daeng Poralle Tari Sayyang Pattuqduq Tari Toerang Batu Tata Chacha Tatan Daniel Taufik Ikram Jamil Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teater Teddi Muhtadin Teguh Setiawan Pinang Teguh Winarsho AS Tenas Effendy Tengsoe Tjahjono Tenni Purwanti Tito Sianipar Tjahjono Widijanto Toeti Heraty Tosiani Tri Wahono Udin Badruddin Udo Z. Karzi Umar Fauzi Ballah Umar Kayam Umbu Landu Paranggi Usman Arrumy UU Hamidy Uwell's King Shop Uwell's Setiawan W.S. Rendra Wahib Muthalib Wahyudi Akmaliah Muhammad Wan Anwar Wawancara Wayan Sunarta Welly Kuswanto Wicaksono Wicaksono Adi Wilson Nadeak Wisata Yohanes Sehandi Yonatan Raharjo Yopie Setia Umbara Yosephine Maryati Yudhis M. Burhanudin Yukio Mishima Yurnaldi Zamakhsyari Abrar